Definisi Airlines Menurut Ilmu Penerbangan Sesuai Jenis dan Fungsinya

Definisi Airlines

Definisi Airlines

Setiap Orang pasti ingin mendapatkan pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di masa sulit seperti sekarang ini, untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan layak bukanlah suatu hal yang mudah. Dibutuhkan kualitas dan kemampuan
yang lebih unggul untuk dapat bersaing di dunia kerja.

Bekerja di sebuah Maskapai Penerbangan yang sesuai dengan minat adalah merupakan keinginan sebagian besar lulusan
dari Lembaga Pelatihan Kerja FAAST Penerbangan.

Flight Attendant & Airline Staff Training (FAAST) Merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang bergerak dibidang Pelatihan Kerja dalam Bidang Penerbangan yang meluluskan siswa setiap tahunnya.

Lembaga Pelatihan Kerja FAAST Penerbangan dapat memberikan Pendidikan dan Pelatihan Kerja sesuai dengan Kriteria yang diinginkan oleh Maskapai Penerbangan. Sehingga pada saat Siswa tersebut Lulus maka Siswa tersebut dapat ditempatkan / bekerja sesuai dengan minat yang dimiliki oleh Siswa tersebut.

Pengertian Maskapai Penerbangan

Definisi Maskapai Penerbangan dari berbagai sumber mengatakan, Maskapai Penerbangan Adalah berasal dari Bahasa Belanda yakni “maatschappij” yang berarti “Perusahaan”.

Sedangkan Definisi Penerbangan memiliki arti yaitu satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara (Bandara), angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.

Menurut R. S. Damardjati, Maskapai Penerbangan adalah perusahaan milik swasta atau pemerintah yang khusus menyelenggarakan pelayanan angkutan udara untuk penumpang umum baik yang berjadwal (schedule service/regular flight) maupun yang tidak berjadwal (non schedule service).

  • Penerbangan Berjadwal menempuh Rute Penerbangan berdasarkan jadwal waktu, kota tujuan maupun kota kota persinggahan yang tetap.
  • Sedangkan Penerbangan Tidak Berjadwal sebaliknya, dengan waktu, rute, maupun kota kota tujuan dan persinggahan bergantung kepada kebutuhan dan permintaan pihak penyewa.

Menurut Widadi A. Suwarno, berpendapat bahwa Maskapai Penerbangan atau Airlines adalah Perusahaan Penerbangan yang menerbitkan dokumen penerbangan untuk mengangkut penumpang beserta bagasinya, barang kiriman (kargo) dan benda pos (mail) dengan pesawat udara.

Menurut Ketentuan Undang Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan Pasal 1 ayat (25), Pengangkutan udara adalah badan usaha angkutan udara niaga, pemegang izin kegiatan angkutan udara niaga yang melakukan kegiatan angkutan udara niaga berdasarkan ketentuan undang-undang ini dan/atau badan usaha selain badan usaha angkutan udara niaga yang membuat kontrak perjanjian angkutan udara niaga.

Sedangkan Pengangkut pada Pengangkutan Udara adalah Perusahaan atau Maskapai Penerbangan yang mendapat izin operasi dari pemerintah mengunakan pesawat sipil dengan memungut bayaran.

Dikutip dari WikiPedia.org Maskapai Penerbangan adalah sebuah organisasi yang menyediakan Jasa Penerbangan bagi penumpang atau barang. Mereka menyewa atau memiliki pesawat terbang untuk menyediakan jasa tersebut dan dapat membentuk kerja sama atau aliansi dengan maskapai lainnya untuk keuntungan bersama.

Arti & Definisi Airlines

Pengertian Arlines adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang angkutan udara yang mengangkut penumpang, barang, pos dan kegiatan keudaraan lainnya dengan memungut bayaran, dengan menggunakan pesawat terbang bersayap.

Setiap Airlines diharuskan mengasuransikan tanggung jawab hukum (Legal Liability Insurance) terhadap (a) Penumpang, (b) Pengirim Barang dan (c) pihak ketiga.

Definisi Airlines dari Berbagai Sumber Airlines dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai suatu Maskapi Penerbangan tetapi Tidak Semua Maskapi Penerbangan bisa diartikan sebagai Airlines. Kenapa ???

Macam Macam Maskapai Penerbangan

Macam Macam atau Jenis Jenis Maskapai Penerbangan dibedakan kedalam 2 macam yaitu sebagai berikut:

  1. Maskapai Bersifat Non Komersial
    • Maskapai Bersifat Non Komersial yaitu Alat transportasi udara yang tidak mencari keuntungan dari kegiatan operasionalnya.
    • Contoh: Pesawat Kepresidenan, Kemiliteran, PMI dan SAR serta Pesawat Pribadi.
  2. Maskapai Bersifat Komersial
    • Maskapai Bersifat Komersial yaitu Alat transportasi udara yang mencari keuntungan dari kegiatan operasionalnya.
    • Contoh: Air Cargo, Air Charter, Air Taxi dan Helicopter, Airlines.
      • AIR CARGO, adalah maskapai penerbangan yang khusus melayani pengangkutan barang (kargo). Maskapai penerbangan ini sering disebut juga sebagai Freighter.
      • AIR CHARTER, adalah maskapai penerbangan yang melayani penyewaan armada pesawat dan beroperasi atas dasar pemakaian charter atau borongan. Maskapai penerbangan ini sering disebut juga sebagai non schedule airline. Salah satu perusahaan Air Charter di Indonesia adalah PELITA AIR.
      • AIR TAXI, adalah maskapai penerbangan yang melayani penumpang dari satu bandara ke bandara lain dalam satu kota. Contohnya pelayanan penerbangan dari Soekarno Hatta Airport ke Halim Perdana Kusuma Airport di kota Jakarta, atau dari Hethrow airport ke Gatwict airport di kota London.
      • HELICOPTER, adalah maskapai penerbangan yang khusus menyewakan jenis pesawat helicopter. Biasanya pesawat jenis ini digunakan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang tidak mempunyai lapangan udara, karena helicopter bisa mendarat dimana saja dan untuk tujuan atau kepentingan tertentu.
      • AIRLINES, adalah maskapai penerbangan yang melayani penumpang dan barangnya, memiliki sejumlah armada pesawat, schedules atau jadwal penerbangan dan daftar harga yang diterbitkan secara periodik dan dipublikasikan yang bersifat komersial serta untuk umum.

Dari Pengertian di Atas, Maka Airlines Mempunyai Beberapa Ciri Yaitu:

  • Melayani penumpang dan barang bawaannya.
  • Mempunyai sejumlah armada (Pesawat).
  • Mempunyai jadwal penerbangan yang diterbitkan secara periodik.
  • Mempunyai daftar harga yang dipublikasikan.
  • Diperuntukkan untuk umum.

Contoh Maskapai Penerbangan Indonesia

  • Garuda Indonesia
  • Merpati Nusantara Airlines
  • Lion Air
  • Wings Air
  • Batavia Air
  • Sriwijaya Air
  • Air Asia
  • Express Air
  • Citilink
  • Trigana Air Service
  • Pelita Air Service
  • Kartika Air
  • Mandala Air
  • Aviastar

Contoh Maskapai Penerbangan Luar Negeri

  • Air Asia
  • Air China
  • Air India
  • Cathay Pacific
  • Cebu Pacific Air
  • China Airlines
  • China Southern
  • Continental Airlines
  • Emirates
  • Etihad Airways
  • Eva Air
  • Far Eastern Air Transport
  • Gulf Air
  • Japan Airlines
  • KLM
  • Korean Airlines
  • Kuwait Airways
  • Lufthansa
  • Malaysia Airlines
  • Phillippines Airlines
  • Qantas
  • Royal Brunei Airlines
  • Saudi Arabian Airlines
  • Silk Air
  • Singapore Airlines
  • Srilankan
  • Thai Airways
  • Tiger Airways
  • Valuair
  • Viva Macau
  • Yemen Airways

Syarat Pendirian Maskapai Penerbangan

Untuk dapat melakukan kegiatan usaha angkutan udara niaga atau angkutan udara bukan niaga perusahaan harus memiliki izin usaha yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang memiliki persyaratan sebagai berikut.

  • a). Memiliki akta pendirian badan usaha Indonesia yang usahanya bergerak di bidang angkutan udara niaga berjadwal atau angkutan udara niaga tidak berjadwal dan disahkan oleh Menteri yang berwenang.
  • b). Menyampaikan surat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah apabila yang bersangkutan menggunakan fasilitas penanaman modal.
  • c). Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • d). Surat keterangan domisili yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang;
  • e). Menyampaikan tanda bukti modal yang disetor
  • f). Menyampaikan garansi / jaminan bank
  • g). Menyampaikan rencana bisnis (business plan) untuk kurun waktu minimal 5 (lima) tahun yang sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikut.

Faktor Faktor Yang Diperhatikan

  1. Jenis dan jumlah pesawat udara yang akan dioperasikan.
    • Angkutan udara niaga berjadwal memiliki paling sedikit 5 (lima) unit pesawat udara dan menguasai 5 (lima) unit pesawat udara dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha sesuai dengan rute yang dilayani;
    • Angkutan udara niaga tidak berjadwal memiliki 1 (satu) unit pesawat udara dan menguasai 2 (dua) unit pesawat udara dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha sesuai dengan rute yang dilayani;
    • Angkutan udara niaga khusus mengangkut kargo memiliki paling sedikit 1 (satu) unit pesawat udara dan menguasai 2 (dua) unit pesawat udara dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha sesuai dengan rute atau daerah
      operasi yang dilayani.
  2. Rencana pusat kegiatan operasi penerbangan (operation base) dan rute penerbangan bagi perusahaan angkutan udara niaga berjadwal sekurang-kurangnya menggambarkan hal-hal sebagai berikut.
    • Rencana pusat kegiatan operasi penerbangan (operation base)
    • Keseimbangan rute penerbangan.
    • Peta jaringan rute penerbangan.
    • Rute, frekuensi, rotasi diagram penerbangan dan utilisasi pesawat udara yang akan dilayani secara bertahap selama 5 (lima) tahun.
  3. Aspek pemasaran dalam bentuk potensi permintaan pasar angkutan udara sekurang-kurangnya memuat:
    • Peluang pasar angkutan udara secara umum maupun secara khusus pada rute penerbangan atau daerah operasi yang akan dilayani, meliputi:
      • Perkembangan jumlah permintaan penumpang atau kargo per tahun untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terakhir pada rute penerbangan atau daerah operasi yang akan dilayani;
      • Potensi jumlah permintaan penumpang atau kargo per tahun untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun ke depan pada rute penerbangan atau daerah operasi yang akan dilayani;
      • Rencana utilisasi pesawat udara secara bertahap selama 5 (lima) tahun ke depan bagi perusahaan angkutan udara niaga tidak berjadwal;
      • Kondisi pesaing yang ada saat ini pada rute penerbangan atau daerah operasi yang akan dilayani.
    • Target dan pangsa pasar yang akan diraih, meliputi:
      • Segmen pasar yang akan dilayani sesuai dengan bidang usahanya;
      • Pangsa pasar (market share) per tahun yang akan diraih pada masing-masing rute penerbangan atau daerah operasi sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun ke depan.
  4. Sumber Daya Manusia termasuk teknisi dan awak pesawat udara, sekurangkurangnya memuat tahapan kebutuhan sumber daya manusia langsung maupun tidak langsung menyangkut kualifikasi dan jumlah per tahun untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun ke depan.
  5. Kesiapan dan kelayakan operasi sekurang-kurangnya memuat:
    • Rencana pengadaan, pemeliharaan dan perawatan pesawat udara
    • encana pengadaan fasilitas pendukung operasional pesawat udara
    • encana pengadaan fasilitas pelayanan penumpang pesawat udara
    • encana pemasaran jasa angkutan udara.
  6. Analisis dan evaluasi dari aspek ekonomi dan keuangan sekurang-kurangnya memuat:
    • Rencana investasi untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun ke depan;
    • Proyeksi aliran kas (cashflow), rugi – laba dan neraca untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun ke depan.

Itulah Gambaran Serta Definisi Airlines Menurut Ilmu Penerbangan, Semoga Artikel Tentang Definisi Airlines Dapat Menambah Ilmu dan Wawasan Kita Semua Aamiin..

Sekian & Terimakasih..

Sharing is caring

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. 15/03/2021

    […] Bandar Udara atau Bandara merupakan bagian dari prasarana utama bagi pesawat udara untuk beroperasi. Sekarang Bandara tidak hanya digunakan untuk penumpang yang akan melakukan penerbangan dan yang belum melakukan penerbangan saja. Dalam perkembanganya berbagai fasilitas ditambah seperti toko, restoran, dan lain lain, tidak hanya untuk penerbangan maskapai tertentu saja (Airlines). […]

  2. 24/04/2021

    […] Baca Juga : Definisi Airlines Menurut Ilmu Penerbangan Sesuai Jenis dan Fungsinya […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *